Kamis, 08 Januari 2015

Kuliah Hukum Antar Gadis India Peluk Islam

ilustrasi
Awalnya ia melihat keyakinan Islam tidak masuk akal, tidak praktis, kejam dan ketinggalan zaman.
Dream - Anggapan bahwa Islam adalah agama yang statis dan tidak bisa mengikuti zaman sempat menghambat gadis India, Aasiya Inaya, untuk mendapatkan hidayah.

Dia melihat keyakinan Islam tidak masuk akal, tidak praktis, kejam dan ketinggalan zaman. Namun Inaya menganggap itu karena dia besar di lingkungan yang selalu memojokkan Islam.
Perjumpaan pertama Inaya dengan Islam adalah saat menjadi murid di sebuah sekolah menengah atas. Mayoritas teman sekelas Inaya adalah muslim. Di sela-sela istirahat, Inaya sering berbincang-bincang masalah agama Islam dengan teman-temannya.

Selama diskusi tersebut, teman-teman muslim Inaya mencoba untuk menjelaskan dan meluruskan persepsi yang salah tentang Islam. Namun, saat itu, Inaya merasa dirinya tidak terlalu yakin meski dia bukan orang yang anti-Islam.

Setelah lulus sekolah menengah, Inaya melanjutkan kuliah dengan mengambil jurusan hukum. Melalui inilah, untuk pertama kalinya Inaya bisa melihat kebenaran Islam yang sebenarnya.

Saat membahas perbandingan hukum waris, perkawinan dan perceraian dalam Islam dan Hindu, baru Inaya mulai melihat kejelasan agama yang sempat disebutnya ketinggalan zaman itu.

Menurutnya, hukum keluarga dalam Islam tidak membingungkan dan tidak bertentangan satu sama lainnya. Hukum itu begitu jelas, tepat dan pasti.
Pendapatnya tentang Islam langsung berubah dalam semalam. Apa yang dulu disebutnya agama statis kini ternyata dinamis.

Hal ini menggelitik hatinya untuk mencari tahu lebih banyak tentang Islam. Dia menghabiskan waktu berjam-jam browsing di Internet dan chatting dengan teman-teman yang dulu pernah berdiskusi soal Islam.

Tentu saja perubahan dirinya itu tidak disukai teman-teman Inaya yang non-muslim. Mereka mengingatkan Inaya akan modus 'pencucian otak' yang tujuan utamanya merekrut orang untuk menjadi muslim.

Namun Inaya punya prinsip sampai kapan harus menghindari kebenaran yang telah datang?
"Aku tidak bisa hidup dalam kebohongan dan menerima kebenaran ini butuh keberanian. Seperti yang dikatakan Allah dalam Surat An-Nisa ayat 135," katanya.
Dan setelah mengucapkan syahadat, Inaya merasa bebannya diangkat. Jika saja dia tidak bertemu Islam, maka hidupnya akan lebih banyak dibebani urusan duniawi yang dipenuhi emosi palsu yang mencegah manusia berbuat benar.
(Ism, Sumber: OnIslam.net)

http://www.dream.co.id/jejak/kuliah-jurusan-hukum-antarkan-gadis-india-jadi-muslim-1501072.html

Chatting dengan Warga Gaza Bawa Wanita AS Peluk Islam

ilustrasi
Sebelum mengucapkan syahadat, tangan Franky gemetar dan jantungnya berdegup kencang.
Dream - Franky, wanita muslim dari Amerika Serikat, menemukan Islam dengan cara unik. Hanya dengan online, Franky mempelajari Islam dan akhirnya mengucapkan syahadat melalui telepon. Dunia maya memang tiada batas. 

Sebelumnya, Franky telah mencoba berbagai aliran dalam agamanya. Namun hingga sebelum mempelajari Islam, Franky merasa ada yang kurang dari agamanya itu.
Franky mencoba untuk yakin dan mengimani setiap aliran dalam agamanya itu, tapi tetap saja hatinya merasa ada sesuatu yang hilang.

Suatu hari, Franky online dan berkenalan dengan seseorang bernama Ahmad. Franky sangat tertarik berbicara kepadanya karena ia begitu fokus dan seimbang. Setiap chatting, Franky selalu menghindari dua hal, politik dan agama.
Untuk beberapa lama, Franky berhasil. Namun gaya bicara Ahmad telah menggelitik hati Franky untuk menanyakan agamanya.

Saat Ahmad mengatakan ia seorang muslim dari Gaza, Franky merasa takjub dan sedikit takut. Ahmad kemudian menjelaskan panjang lebar soal Islam. Namun Franky tidak terlalu mengerti semuanya. Lagi pula, dia harus mencari tahu dengan cara membaca artikel tentang Islam.

Selanjutnya, Ahmad sering mengirim banyak tautan artikel soal Islam kepada Franky. Dalam dua hari, Franky telah menghabiskan membaca semuanya.
Dia tidak bisa tidur karena selalu memikirkan apa yang dibacanya itu. Franky bahkan minta Ahmad mengirimnya lebih banyak artikel Islami karena dia ingin tahu semuanya tentang agama ini.

Satu hari, Franky masuk ke dalam grup diskusi tentang Islam. Di sinilah Franky mulai mengenal Islam secara mendalam.
Awalnya Franky tidak terlalu banyak bicara karena malu. Namun lama-lama dia mulai nyaman untuk mengajukan pertanyaan yang ada di hatinya selama ini. Kemudian seorang pria dengan nama Uncle Fareed memperkenalkan diri.

Uncle Fareed ini bertanya apa ada hal yang ingin diketahui Franky soal Islam. Franky pun bertanya soal hijab yang dijawab Uncle Fareed dengan panjang lebar.
Tak lama kemudian, ada dua orang yang bergabung. Mereka bernama Stacey dan Ehsan. Keduanya sepertinya ingin mengetahui perasaan Franky terhadap Islam.
Beberapa saat kemudian, Franky dan Stacey chatting sendirian. Franky terkejut karena Stacey telah menjadi mualaf selama tiga tahun.

Franky akhirnya bertanya banyak hal tentang Islam kepada Stacey. Franky merasa Stacey adalah wanita yang penuh cinta dan kehormatan, dan dia ingin menjadi bagian dari itu.
Pada kesempatan itulah, Franky mengungkapkan keinginannya untuk juga memeluk Islam. Mendengar hal ini, Stacey sangat gembira dan dia berkata akan memanggil seseorang untuk membantu Franky mengucapkan syahadat.

Beberapa menit kemudian, Franky sudah terhubung dengan Stacey dan Ehsan. Stacey dari Massachusetts dan Ehsan dari Inggris. Mereka bertiga chatting hingga 3 jam dan Franky bisa merasakan keyakinan dalam ucapan dua orang itu terhadap Islam.
Franky mengungkapkan keinginannya untuk mengucapkan syahadat dan Ehsan yang menuntunnya lewat sambungan telepon.

Sebelum mengucapkan syahadat, tangan Franky gemetar dan jantungnya berdegup kencang. Namun setelah mengucapkan syahadat, gemetar tangan Franky tiba-tiba berhenti, dan dia merasakan kelegaan dan kedamaian yang mendalam. Franky kemudian menangis karena tak sanggung menahan rasa senang dalam hatinya.

"Aku belum pernah sebelumnya dalam hidupku memiliki perasaan seperti ini, dan aku sangat senang," katanya.
"Sekarang aku seorang muslim. Hari-hari dalam hidupku kini jauh lebih bahagia karena aku tahu bahwa aku akhirnya menemukan kebenaran."
(Ism, Sumber: OnIslam.net)

http://www.dream.co.id/orbit/chatting-dengan-warga-gaza-bawa-wanita-amrik-ini-peluk-islam-141203v.html

Karena Perempuan Muslim Tidak Sama Dengan Kambing


KETIKA saya berbicara panjang lebar didepan seekor kambing betina, tentang kewajiban menutup aurat, tentang wajibnya memakai pakaian yang sempurna (Kerudung & Jilbab) ketika berada di ruang publik, kambing betina itu hanya terdiam sambil mengembik “embe…embe”…
Wajar saja, kambing hanyalah seekor hewan, ia tidak mempunyai akal, dan tidak memahami apa yang saya katakan.

Tapi ketika saya berbicara di depan seorang wanita yang tidak mengenakan pakaian syar’i dan selalu mengumbar auratnya, sama, wanita itupun tidak juga memahami apa yang saya katakan.. Malah ia berkata “Alah,,, sok suci Lo!!! Kalo mau dakwah di Masjid Aja bukan disini tempatnya. ”
Saya kaget!!! Lho kok seperti ini jawabannya!!!?

Mungkin benar firman Allah didalam surat Al-araf ayat 179:
“Dan sesungguhnya Kami jadikan isi Neraka Jahannam kebanyakan jin dan manusia, mereka mempunyai hati (akal) tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak bahkan lebih sesat lagi.Mereka itulah orang-orang yang lalai”. (QS Al A’raf 179)

Manusia merupakan makhluk yang unik dan sangat jauh berbeda dengan hewan. Karena pada dasarnya manusia diberikan akal oleh Allah swt, untuk memahami segala apa yang bisa di indera. Perbedaan mendasar antara hewan dan manusia terletak pada adanya akal dan aturan hidup. Hewan tidak mempunyai aturan, sehingga ketika berprilaku pun hewan terbiasa hidup bebas, sebebas-bebasnya tanpa adanya beban aturan.
Sedangkan manusia mempunyai aturan, dimana segala perbuatan manusia itu terikat dengan hukum syara, tak bisa sebebas-bebasnya bertindak, karena manusia mempunyai aturan. Aturan yang bersumber dari Al-Quran dan Hadits.

Karena manusia adalah makhluk yang berbeda dengan hewan, maka manusia harus senantiasa terikat dengan aturan hukum yang telah Allah tetapkan untuk manusia. Dan harus selalu menggunakan akalnya untuk memahami segala apa yang bisa terindra dan memahami teks-teks yang bersumber dari Al-Khaliq. Tak boleh manusia membangkang apa-apa yang diperintahkan Allah SWT.

Ketika ada perintah untuk melaksanakan berbagai kewajiban . Maka laksanakanlah secara menyeluruh, tidak dipilih-pilih, karena pada hakikatnya semua kewajiban itu adalah taklif yang apabila dilaksanakan dengan penuh keikhlasan akan berbuah pahala, dan jika tidak dikerjakan akan mendapatkan siksa.
Orang yang mempunyai akal tetapi tidak mau menggunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah, mempunyai mata tetapi tidak dipakai untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, mempunyai telinga tetapi tidak mau mendengarkan kebenaran yang bersumber dari Allah. Maka orang tersebut derajatnya sama dengan Hewan bahkan lebih sesat lagi, lebih hina dari pada hewan.
Apakah kita mau seperti itu??? 

https://www.islampos.com/karena-perempuan-muslim-tidak-sama-dengan-kambing-40537/

Kapan Anak Perempuan Harus Mulai Kenakan Jilbab?


“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuan dan isteri-isteri orang mu’min “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supa mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Alloh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS Al Ahzab 33:59).
“Siapapun wanita yang melepaskan pakaiannya (menampakan auratnya) bukan di rumahnya sendiri, maka Alloh akan merobek tirai kehormatannya (tidak ada penyelamat baginya),” (HR Ahmad, At Tabrani dan Al Hakim).

SEORANG gadis remaja berusia 15 tahun bertanya pada ibunya mengenai jilbab;
Anak : “Ibu, kenapa wanita muslim harus memakai jilbab?’
Ibu : “Pertama, memakai jilbab adalah kewajiban yang diperintahkan Alloh kepada wanita muslim. Kedua, di dalam Quran disampaikan bahwa selain untuk metutup aurat, salah satu tujuan jilbab adalah untuk menunjukan identitas atau ciri bahwa dia adalah seorang wanita muslim. Quran juga menyampaikan bahwa jilbab akan membuat wanita menjadi terhormat dan akan terjaga dari gangguan. Sesungguhnya Jilbab adalah salah satu bentuk penjagaan Alloh SWT terhadap wanita.”
Anak : “Temanku mengatakan bahwa dia lebih memilih hatinya dulu yang ‘dijilbab’. Dia juga mengatakan bahwa percuma memakai jilbab jika hati masih kotor dan masih suka bergunjing.”
Ibu : “Ketahuilah putriku, memakai jilbab, menjaga hati dan menahan diri dari gunjing adalah kewajiban yang semuanya itu wajib kita jalankan. Kita tidak bisa memilih salah satu dan mengabaikan yang lainnya. Menjalankan kewajiban yang satu bukan berarti menggugurkan kewajiban yang lain.
“Seorang yang memakai jilbab tentu mempunyai kewajiban untuk menjaga hati dan lisannya.

 


“Sebaliknya begitu pula dengan orang yang menjaga hati, dia tetap punya kewajiban untuk menahan !lisan dan menutup auratnya!” [Sumber: rki]

https://www.islampos.com/kapan-anak-perempuan-harus-mulai-kenakan-jilbab-138749/

 

Jumat, 02 Januari 2015

Masuk Islam, Ahmad Thomson Ungkap Sistem Dajjal


UNTUK para pemerhati nubuwat akhir zaman sekarang ini, nama Ahmad Thomson tentu tidak asing lagi. Bukunya “Sistem Dajjal” menjadi salah satu buku pegangan “wajib” bagi umat Islam yang ingin mengetahui konspirasi tangan-tangan besar penguasa dunia. Ia begitu fasih memaparkan fenomena-fenomena akhir zaman. Tak dinyana mungkin kalau Ahmad Thomson sebenarnya adalah seorang mualaf.

Ahmad Thomson masuk Islam 38 tahun lalu. Dilahirkan di Rhodesia Utara (sekarang Zambia), Thomson menempuh pendidikan dasar serta menengahnya di Rhodesia Selatan (sekarang Zimbabwe). Masa awal hidupnya, ia lalui di daerah-daerah terpencil Afrika yang kala itu belum tersentuh peradaban modern, seperti listrik, gas, dan saluran air bersih.

Sejak remaja, Thomson merasa tidak puas pada ajaran Kristen. Ia mulai mempertanyakan banyak hal seperti, “Jika setiap manusia itu sama di hadapan Tuhan, lalu mengapa kaum Afrika kulit putih seperti dia harus beribadah di gereja yang berbeda dengan kaum kulit hitam?”

Pertanyaan lain yang kerap mengganggunya sebagai pemeluk Kristen adalah soal ketuhanan Yesus. “Jika Yesus adalah Tuhan, kepada siapa dahulu ia berdoa? Jika Yesus adalah Tuhan dan disalib, lalu siapa yang menghidupi surga dan dunia? Pertanyaan itu tak pernah terjawab selama aku memeluk ajaran Kristen,” ujar lulusan Exeter University, Inggris, ini.

Ketika berusia 12 tahun, Thomson sampai pada satu titik di mana ia memercayai Tuhan dan Yesus. “Hanya saja, aku tidak yakin pada gereja.” Terhenti pada berbagai pertanyaan itu, Thomson mulai membaca apa pun dan memikirkan kehidupan yang dijalaninya sejauh itu. Ia mengunjungi berbagai kelompok spiritual dan mencoba meditasi selama beberapa bulan. “Itu menenangkan, tapi sama sekali tak mengubah gaya hidup saya.”

Hingga akhirnya, Thomson bertemu Syekh Abdalqadir as-Sufi (tokoh tarbiyah, penggagas Gerakan Dunia “Murabitun”). Pertemuan itu menjadi awal perkenalannya dengan Islam, agama yang tak pernah terpikirkan oleh Thomson sebelumnya.

Saat berbicara dengan Syekh Abdalqadir dan mendengarkan berbagai hal yang disampaikannya, Thomson merasa telah menemukan jalan yang ia butuhkan. “Sejak itu, perlahan saya menemukan jawaban atas semua pertanyaan yang memenuhi pikiran,” katanya. Thomson pun rutin mengunjungi pusat kajian Islam Syekh Abdalqadir. Ia juga membaca The Book of Stranger yang ditulis Sang Syekh.

Thomson mengikrrakan syahadat pada 13 Agustus 1973. Empat tahun kemudian, ia berhaji empat . Sepulang haji, ia menyelesaikan pelatihannya sebagai pengacara. Lalu, pada 26 Juli 1979, ia dipanggil ke Pengadilan England & Wales dan mulai meniti karier di bidang advokasi dan hukum Islam.

Thomson meyakini cara terbaik mengamalkan ajaran Islam adalah memahami dan meneladani sumbernya, yakni Alquran dan Sunah Rasulullah SAW. “Seperti pepatah yang mengatakan bahwa semakin dekat kita pada sumber mata air, semakin murni air yang kita minum,” ujar pria kelahiran Afrika ini.
Pemilik nama kecil Martin Thomson ini sekarang dikenal sebagai pengacara terkemuka di Inggris. Ia juga mengetuai Wynne Chambers, badan hukum Islam yang didirikannya pada 1994.

Thomson pertama kali memperoleh perhatian publik pada 2001, saat tampil dalam sebuah film dokumenter berjudul My Name is Ahmed yang menyabet sebuah penghargaan. Ia pun tampil di film dokumenter lainnya, Prince Naseem’s Guide to Islam. Kedua film itu ditayangkan di BBC2 pada Agustus 2001. Setelah itu, wajahnya kerap mewarnai layar kaca dalam berbagai program, terutama program-program Islam.

Kini, hari-harinya diisi dengan aneka kegiatan keislaman, mulai dari memberikan ceramah rutin tentang Islam di berbagai wilayah di Inggris, menulis untuk Jurnal al-Kala, sampai menjadi kontributor tetap dalam konferensi lintas agama yang digelar setiap tahun di Masjid Regents Park dan Pusat Kebudayaan. Beberapa buku karyanya yang cukup menggemparkan dan sangat sulit dicari terjemahannya , buku yang membongkar apa dan bagaimana konspirasi Yahudi di dunia ini yang berjudul Dajjal the Anti Christ (Sistem Dajjal). [islampos/wikipedia/facebook]

https://www.islampos.com/masuk-islam-ahmad-thomson-ungkap-sistem-dajjal-83263/

Kamis, 01 Januari 2015

Beberapa Selebritis Ini Masuk Islam di 2014

SELAMA tahun 2014, meskipun masih dipenuhi berita konflik namun kabar gembira juga ada di tahun itu. Setidaknya beberapa selebritis dunia menemukan dan kembali ke Islam. Berikut beberapa selebritis yang masuk Islam tersebut:


Aktris India Tamil Monica
Aktris muda Tamil India yang terkenal Monica pada bulan Mei 2014 lalu memutuskan masuk Islam dan mengenakan jilbab. Tidak hanya itu, aktris cantik ini juga memilih keluar dari industri perfilman yang membesarkan namanya. Setelah masuk Islam, Monica mengubah namanya menjadi MG Rahima dan dia tidak mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk bergabung dengan agama yang paling cepat berkembangnya di dunia ini. Monica memulai karirnya sebagai artis anak di bioskop-bioskop Tamil dan telah bermain lebih dari 50 film. Wajahnya juga populer di industri film India Selatan lainnya seperti Telugu, Malayalam dan Kannada.



Komposer India Yuvan Shankar Raja
Pada bulan Februari, komposer India yang terkenal Yuvan Shankar Raja mengungkapkan bahwa ia telah masuk Islam. Dan dengan bangga menyatakan bahwa keputusannya untuk masuk Islam mendapat dukungan dari keluarganya. Sejak masuk Islam, komposer terkenal India mulai melakukan shalat lima waktu.




Iskander Van Doorn, Putra Mantan Politisi Anti Islam Belanda
Mengikuti langkah ayahnya, Iskander, putra mantan politisi anti Islam Belanda Amoud Van Doorn, masuk Islam bulan April lalu setelah mempelajari Al-quran. Ayahnya yang merupakan mantan anggota partai kebebasan Belanda (PVV), memeluk Islam tahun lalu setelah mengkaji secara ekstensif tentang agama. Iskander Van Dorn sendiri di antara 37 orang yang masuk Islam selama konvensi perdamaian internasional di Dubai.


 


 Penyanyi Asal Amerika Jennifer Grout
Jennifer Grout, seorang penyanyi Amerika, sangat terpesona dengan dunia Arab setelah masuk menjadi finalis ajang mencari bakat “Arab Got Talent.” Di menyatakan masuk Islam pada bulan Januari. Grout, penyanyi berusia 23 tahun asal Boston ini, awalnya datang ke Maroko untuk belaja bahasa Amazigh dan bahasa Arab Maroko.

 


Tim Sepak Bola Kamerun
Pada bulan september, 23 pemain Kamerun dari tim yang sama memeluk Islam selama perjalanan mereka ke Dubai. Tim ini mewakili akademi sepak bola untuk tunawisma, anak yatim dan pemuda pengangguran Kamerun. Mereka datang ke dubai untuk mengikuti kamp pelatihan dan seluruh tim terkesan dengan kedamaian dan ketenangan yang mereka rasakan dalam ajaran Islam. Mereka juga memuji kebaikan yang mereka terima dari pemain muslim yang berlatih bersama mereka.[fq/islampos]


https://www.islampos.com/beberapa-selebritis-ini-masuk-islam-di-2014-1-155562/

Senin, 29 Desember 2014

Cantiknya Pevita Pearce Berhijab

Pevita Pearce memilih untuk lebih mendekatkan diri dengan Allah SWT dengan berangkat umrah di akhir tahun. Tak hanya itu, dara cantik ini juga memperlihatkan ketika dirinya berhijab.
Dream - Bila yang lain lebih memilih menghabiskan akhir tahun dengan berwisata, namun tidak dengan wanita cantik ini. Pevita Pearce memilih untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berangkat umroh.

Pevita Pearce menjalani ibadah umroh tepatnya sejak tanggal 22 Desember 2014 hingga 5 Januari 2015. Tidak hanya itu Pevita juga mengaku akan menikmati perjalanan di akhir tahunnya ke Mekah, Madinah dan mengunjungi Turki.

Kini Pevita sempat mengabadikan perjalannya itu melalui sosial media. Berkunjung dan beribadah di dalam megahnya Masjid Nabawi, Pevita Pearce mengupdate foto itu melalui instagram. Ada beberap foto yang diunggahnya di instagram.

Salah satu foto yang diunggah pemilik nama Pevita Cleo Eileen Pearce ini begitu terlihat berbeda. Pevita tampak cantik dengan hijab yang dikenakannya.

Ada juga foto yang memperlihatkan kedekatannya dengan sang kakak, Kenaan Pearce. Pevita dengan hijab hitamnya membuatnya semakin cantik.

Dalam foto itu Pevita menuliskan bismillah. Semoga dara cantik ini terus berhijab yah. (Ism)


http://www.dream.co.id/lifestyle/cantiknya-pevita-pearce-berhijab-141225y.html


Minggu, 28 Desember 2014

Empat Pertanyaan Hendri Tyas Waluyo Sebelum Memilih Islam



Ketika aku sedang serius menggeluti pencarian kebenaran ini, datanglah seorang teman yang kebetulan adalah seorang Muslim. Ia dating dan membawa Alquran lengkap dengan terjemahannya. Ia memintaku untuk membaca terjemahan isi Alquran agar aku lebih memahami Islam dari aspek kitab sucinya.

Aku pun mulai berpikir terbuka. Semua hal yang berhubungan dengan Islam atau Saksi Yahuwa aku kumpulkan dan aku baca serta aku renungkan, hingga hati kecilku meyakini dan membenarkan akan ajaran Islam. Hanya saja saat itu aku belum berikrar masuk Islam karena baru sebatas mengetahui bahwa Islam mengajarkan hal yang benar, saat itu tahun 2008.

Pada tahun 2009 aku pergi meninggalkan Bogor. Kota dengan julukan Kota Hujan ini ternyata tidak cocok bagi orang sepertiku. Aku harus pergi karena pekerjaan yang kulakukan di sana banyak berhubungan dengan dunia yang semu ini. Kemudian aku berpikir untuk pindah ke Cisalak.

Sejak meninggalkan Bogor, berbagai hal yang berkaitan dengan informasi ruhani terputus disebabkan situasi dan kondisi yang serba terbatas. Tahun 2010 aku berpindah lagi untuk yang kesekian kalinya. Hidupku benar-benar seperti kisah seorang pengelana yang berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

Nomaden, tidak ada tempat untuk menetap. Di tahun inilah aku berpindah ke tempat kakak kandungku di Mampang Jakarta Selatan. Di situlah aku mulai membangun semangat beribadah yang selama ini mulai surut.
Aku yang masih beragama Katolik, terkadang bangun pagi-pagi untuk mengikuti misa harian atau misa pagi yang rutin dilakukan pukul 06.00 WIB. di gereja Santa Maria yang terletak di Blok Q. Di gereja, aku menuangkan segala pemikiran yang selama ini ada padaku. Sekalipun hati kecilku mengetahui bahwa ada kebenaran yang hakiki dalam kehidupan ini, namun aku masih menganut keyakinanku yang lama.

Keyakinan inilah yang selalu ditanamkan pastor kepadaku, dan kami semua. Inilah yang membuatku sulit untuk meninggalkan agama lamaku karena memang masih ada sisa-sisa keyakinan dalam diriku. Meskipun demikian, aku masih punya keyakinan akan kebaikan yang disebarkan oleh pastor kepada kami yang tidak mudah kami tinggalkan begitu saja, khususnya dalam beribadah yang sudah dibangun sejak kecil serta akan kenangan dalam didikan dan pengajarannya.

Pelan tapi pasti, mungkin inilah yang dapat ku katakan saat keyakinanku akan Katolik mulai berguguran. Pada Misa akhir pekan atau Misa umum, yang pada waktu itu banyak diisi oleh jemaat gereja, timbul pertanyaan kritis dalam benakku, khusunya mengenai adab umat Kristiani yang datang ke gereja. Sungguh berbeda dengan adab ketika umat Muslim berada dan beribadah di Mesjid.

Setidaknya waktu itu muncul empat pertanyaan dalam benakku; Pertama, mengapa di gereja ketika beribadah beberapa orang dari para jemaah sempat-sempatnya bermain handphone? Padahal mereka kan sedang berhadapan dengan Tuhan. Bila berhadapan dengan sang pencipta langit dan bumi saja sudah seperti itu, bagaimana ketika berhadapan dengan yang lain? Jika berhadapan dengan manusia bisa sesopan mungkin, sedangkan menghadap Tuhan tidak, maka sudah pastilah mereka merendahkan posisi Tuhan dibanding dengan manusia.

Kedua, mengapa para wanita yang pergi ke gereja banyak mengenakan pakaian yang kurang sopan, apakah Tuhan menyukai ketidaksopanan mereka dalam berpakaian? Lantas inikah yang diajarkan Tuhan kepada hamba-Nya? Sungguh ini adalah sebuah jalan menuju perbuatan dosa. Mereka yang datang dengan mengenakan rok mini dan pakaian ketat malah akan memancing penglihatan para laki-laki sehingga bukan malah beribadah, justru akan membuat mereka berpikiran yang tidak baik selama di dalam gereja.

Ketiga, mengapa ketika Misa ada yang mengobrol antara laki-laki dengan perempuan, sebenarnya niat mereka itu untuk beribadah atau hanya sarana agar bisa saling curhat di gereja? Jika gereja sama dengan tempat curhat, maka sudah barang tentu gereja akan berubah menjadi tempat hiburan duniawi yang nantinya akan mendatangkan berbagai mudarat bagi manusia. Kempat, mengapa ibadah yang umat Kristiani lakukan itu cenderung pasif. Seperti tidak membawa dampak apapun dalam kehidupan sehari-hari.

Di gereja hanya bernyanyi, mendengarkan musik, dan jika ada juga mendengarkan khotbah. Ini seakan ada dalam sebuah peseta yang mana ada presenter, ada music dan ada nyanyian. Sungguh ini membuat hatiku bingung dan gundah gulana.

Beranjak dari berbagai pertanyaan inilah hatiku mengalami ketidakpuasan dalam beribadah. Aku mulai mengingat pembelajaran akan Islam yang mengajarkan doa dengan adab dan tata cara yang baik yang dapat menghindarkan diri dari berbuat maksiat.

Dari buku yang ku baca, Islam mengajarkan tata cara beribadah dengan baik. Dalam ibadahnya, umat Muslim ketika melakukan ibadah yang utama seperti salat, tidak pernah terlihat ada yang bermain handphone. Ini disebabkan jika seorang Muslim bermain handphone ketika ia sedang ssalat, maka batallah salatnya.

Jelas sekali perbedaannya, jika dalam kebaktian khususnya saat menyanyikan lagu-lagu keruhanian, tidak jarang banyak jemaah yang sibuk dengan handphone mereka. Tidak ada yang membuka aurat, karena itu juga akan mengakibatkan salat mereka tidak sah. Bahkan bila sedikit pun sudah pasti tidak akan sah salatnya, baik laki-laki maupun perempuan.

Barisan antara laki-laki dan perempuan dibedakan ketika melakukan salat. Laki-laki berada menjadi imam di depan dan berturut barisan berikutnya juga laki-laki sedang kan perempuan berada di barisan setelah laki-laki. Sungguh inilah ibadah yang sebenarnya. Menghormati Tuhan karena Tuhan adalah pemilik semesta alam ini.

Jadi, cara beribadah seorang hamba harus benar-benar menunjukkan kemuliaan terhadap sang penciptanya.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/12/23/nh14z7-empat-pertanyaan-hendri-tyas-waluyo-sebelum-memilih-islam

Mekkah dan Madinah Terlindung dari Dajjal di Akhir Zaman


DAJJAL berkeinginan memasuki kota Madinah namun ia tidak bisa karena Allah melindungi kota Mekkah dan Madinah dari Dajjal dan penyakit tha’un (wabah). Allah menugaskan penjagaan Mekkah dan Madinah kepada para malaikat. Dalam Shahih al-Bukhari diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda, “Di setiap pojok Madinah ada malaikat, sehingga wabah penyakit dan Dajjal tak dapat memasukinya.”

Bukhari juga meriwayatkan hadis dari Anas ibn Malik bahwa Nabi SAW bersabda, “Almasih (Dajjal) tak dapat memasuki Madinah. Pada saat itu Madinah memiliki tujuh pintu, dan setiap pintunya ada dua malaikat.”

Dalam Sunan at-Tirmidzi dan Musnad Ahmad diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda, “Almasih datang dari arah timur, dan ia ingin menuju Madinah. Setiap celah kota Madinah dijaga oleh para malaikat. Dajjal singgah di tanah kosong yang tandus, lalu mengguncang Madinah tiga kali sehingga setiap orang kafir dan munafik keluar menghadapnya.”

Dalam Sunan Ibn Majah, Shahih Ibn Khuzaimah, dan Mustadrak al-Hakim diriwayatkan dari Abu Umamah bahwa Nabi SAW bersabda, “Tak ada tempat di muka bumi yang tidak diinjak dan di duduki Dajjal, kecuali Mekkah dan Madinah. Ia mendatangi setiap celah kedua kota itu, namun malaikat selalu menemuinya dengan pedang. Akhirnya ia singgah di Dharib Ahmar, di persimpangan tanah kosong yang tandus. Lalu Madinah diguncang tiga kali sehingga semua orang munafik, baik laki-laki maupun perempuan, keluar menuju Dajjal. 

Dengan demikian, yang jelek keluar dari Madinah sebagaimana kipas tungku api membersihkan kotoran besi. Hari itu disebut pembersihan.” Ada yang bertanya, “Dimana orang Arab saat itu?” Jawab beliau, “Pada saat itu mereka sedikit…” [Sumber: Ensiklopedia Kiamat/ Karya: Dr. Umar Sulayman al-Asykar/Penerbit: Serambi]

https://www.islampos.com/mekkah-dan-madinah-terlindung-dari-dajjal-di-akhir-zaman-131758/ 


Insinyur AS Jadi Mualaf karena Keramahan Muslim Indonesia

Meski sebelumnya telah sedikit mengenal budaya Islam dari sang ayah, Burke benar-benar merasa Indonesia memberikan pengalaman baru tentang dunia muslim.
Dream - Dua puluh tahun silam, mungkin menjadi masa yang tidak akan dilupakan oleh Yusuf Burke. Setelah dua tahun lulus sekolah, insinyur asal New York itu bergabung dalam tim energi listik Amerika Serikat. Saat itu pula dia berkesempatan menjelajahi sejumlah negara.

"Saya bepergian ke ke luar negeri untuk bekerja pada proyek listrik, khususnya membangun pembangkit listrik. Negara muslim pertama yang saya singgahi adalah Indonesia pada 1994," tutur Burke dikutip Dream.co.id dari On Islam, Selasa 24 Juni 2014.

Saat itu, Burke langsung jatuh cinta dengan budaya Indonesia. Meski sebelumnya telah sedikit mengenal budaya Islam dari sang ayah, dia benar-benar merasa Indonesia memberikan pengalaman baru tentang dunia muslim. Di sinilah mata hati Burke terbuka.
"Ini merupakan negeri pertama kalinya saya pindah dan tinggal di negeri yang didominasi masyarakat muslim," tutur dia.

Di Indonesia, Burke benar-benar merasakan kehangatan sikap masyarakat. Dia benar-benar kagum dengan keramahtamahan masyarakat di sini. Pengalaman itulah yang mendorong dia untuk mempelajari Islam, yang dianut mayoritas penduduk Indonesia.

"Saya kemudian mulai mempelajari Islam dan saya masuk Islam tahun 1996," kata Burke. Tak lama setelah masuk Islam, dia kemudian menikah. Pada 2002 dia menetap di Indonesia setelah sebelumnya tinggal di Malaysia, Singapura, Australia, dan Thailand.

Tentu saja keluarga sangat terkejut dengan keputusan Burke itu. Dia memberi penjelasan soal keputusan pindah keyakinan itu. Akhirnya, keluarga Burke bisa memahami pilihan ini. "Keluarga saya sangat terbuka. Saya pikir mereka menghormati orang lain yang memeluk agama lain, khususnya agama tauhid ini," kata dia.
Menjadi mualaf, bukan berarti hati Burke sudah mantap. Dia masih merasa haus akan ilmu-ilmu Islam. "Saya benar-benar merasakan persaudaraan ketika berdiskusi dan tinggal di tengah-tengah kalangan muslim. Saya bersekolah Islam saat pergi ke Malaysia dan Australia," ujar Burke. (Ism)

http://www.dream.co.id/your-story/keramahan-muslim-indonesia-membuat-insinyur-ameika-masuk-islam-140624l.html